Pasar kripto minggu ini berada pada fase koreksi besar yang ditandai dengan turunnya Bitcoin dan Ethereum sekitar 9% dalam kurun satu minggu. Penurunan ini tidak hanya memengaruhi aset utama, tetapi juga menekan hampir seluruh altcoin di pasar. Koreksi tajam didorong oleh meningkatnya tekanan makro, khususnya merosotnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, sehingga membuat investor beralih ke aset yang lebih aman. Dalam kondisi seperti ini, volatilitas membesar dan pasar lebih mudah terpengaruh oleh aksi jual mendadak dari pelaku besar.

    Berdasarkan grafik harga Solana (SOL), aset ini sedang menguji zona support penting setelah mengalami penurunan tajam selama beberapa minggu. Namun, pola pergerakan harga jangka panjang menunjukkan bahwa SOL cenderung membentuk swing high dan swing low yang simetris sejak 2024. Struktur ini menandakan bahwa meskipun SOL sedang berada di fase bearish jangka pendek, potensi reversal jangka menengah ke target US$200–US$250 tetap terbuka, terutama dengan dukungan sentimen institusi seperti aliran masuk ETF Solana yang masih positif selama 17 hari berturut-turut.


Sumber : TradingView


    Indeks Crypto Fear & Greed kini berada di level ekstrem, yaitu 10, posisi terendah sepanjang 2025. Level ini biasanya menandakan bahwa pasar berada dalam kondisi panic selling dan sangat takut mengambil risiko. Namun secara historis, extreme fear sering kali justru menjadi titik terbaik untuk akumulasi jangka panjang ketika struktur fundamental tetap kuat. Penurunan sentimen ini terjadi di tengah likuidasi besar-besaran pada pasar derivatif, yang mencapai lebih dari US$1,1 miliar hanya dalam beberapa hari.


Sumber : Coinmarketcap


    Chainlink (LINK) juga mengalami penurunan signifikan dan sedang bergerak menuju area support kuat di zona US$10–US$11. Melihat chart harian, LINK sebelumnya telah membentuk struktur impulsif naik hingga US$25 sebelum kembali terkoreksi bersama pasar keseluruhan. Namun fundamental LINK tetap kokoh, terutama karena sentimen positif dari sektor RWA (Real World Asset), adopsi institusional yang meningkat, serta listing ETP LINK oleh 21Shares di Nasdaq Stockholm. Koreksi ke area value seperti sekarang justru membuka peluang akumulasi strategis sebelum potensi kenaikan lanjutan pada 2026.


Sumber : TradingView


    Secara keseluruhan, tekanan jual yang terjadi di seluruh pasar lebih dipengaruhi oleh sentimen makro dan likuidasi derivatif, bukan melemahnya fundamental. Solana tetap menjadi aset yang didorong kuat oleh aliran dana institusional melalui ETF, sementara Chainlink menjadi tulang punggung ekosistem RWA dan infrastruktur data on-chain. Dengan Fear & Greed Index berada pada level extreme fear, kondisi ini mungkin menjadi salah satu fase terbaik bagi investor jangka menengah dan panjang untuk meninjau kembali posisi mereka dan melakukan akumulasi secara terukur. Market masih volatil, namun fondasi fundamental kedua token ini tetap solid untuk 2026.