Pasar kripto memasuki fase koreksi signifikan dalam beberapa minggu terakhir, dengan total kapitalisasi pasar menyusut hingga $1,1 triliun dalam 41 hari. Penurunan ini dipicu kombinasi faktor makro volatilitas pasar global meningkat, likuiditas menurun, serta aksi jual paksa dari derivatif yang mencapai lebih dari $1 miliar. Meski tekanan jangka pendek masih tinggi, beberapa indikator on-chain seperti penurunan open interest, peningkatan suplai stablecoin, serta akumulasi investor besar menunjukkan bahwa pasar sedang melalui fase reset yang biasanya terjadi sebelum siklus pemulihan berikutnya.

Di tengah tekanan market, Bitcoin mengalami volatilitas ekstrem dan sempat turun ke wilayah $85.000–$88.000 sebelum rebound setelah sinyal positif dari hubungan AS–Tiongkok. Walau harga BTC masih didominasi ketidakpastian, arus akumulasi dari whale, institusi besar seperti BlackRock, serta peningkatan eksposur dana pensiun AS memberikan pondasi kuat untuk pemulihan jangka menengah. Selain itu, percepatan peluncuran ETF altcoin seperti XRP, Solana, dan Dogecoin menandakan bahwa adopsi institusional terhadap aset digital semakin meluas, tidak hanya terfokus pada Bitcoin dan Ethereum.

 

Gambar 1 : Price Bitcoin

Sumber : TradingView
 

Sementara itu, ekosistem altcoin mencatat perkembangan fundamental yang menarik. Chainlink (LINK) mendapat dorongan positif setelah Grayscale menyebutnya sebagai “tulang punggung tokenisasi global”, mengingat posisinya sebagai oracle terkuat dalam infrastruktur keuangan ter-tokenisasi. Permintaan institusional menuju RWA, tokenisasi aset dunia nyata, serta integrasi lintas jaringan membuat LINK menjadi aset infrastruktur yang kritikal dan berpotensi menjadi penerima manfaat utama ketika tokenisasi memasuki fase adopsi massal.

Ekosistem Solana (SOL) juga menunjukkan ketahanan luar biasa. ETF Solana mengalami arus masuk selama 19 hari berturut-turut, menegaskan keyakinan institusi terhadap kinerja jaringannya meskipun pasar sedang melemah. Peluncuran Sunrise DeFi oleh Wormhole, peningkatan likuiditas on-chain, serta integrasi produk hasil stablecoin dari Figment dan OpenTrade menandakan bahwa Solana masih menjadi pusat inovasi DeFi berkecepatan tinggi. Lonjakan minat institusional melalui ETF menambah momentum jangka menengah bagi SOL.

Di sisi lain, SUI muncul sebagai salah satu jaringan yang pertumbuhannya paling cepat. Masuknya arus stablecoin hingga $2,4 miliar dalam 24 jam menempatkannya di posisi teratas dalam peningkatan likuiditas mingguan, mengungguli Aptos dan Ethereum. Pertumbuhan DeFi yang agresif, efisiensi jaringan tinggi, dan adopsi pengembang yang meningkat menjadikan SUI salah satu kandidat terkuat untuk fase pemulihan berikutnya. Dalam kondisi pasar fear seperti sekarang, aset fundamental kuat dengan likuiditas besar seperti LINK, SOL, dan SUI menjadi peluang akumulasi terbaik sebelum sentimen makro membaik.