Pasar kripto global memasuki fase penting menjelang akhir 2025. Setelah reli kuat pada kuartal sebelumnya, Bitcoin kini terkoreksi di bawah level psikologis $100.000, sementara Ethereum menghadapi tekanan short di sekitar $4.000. Meskipun penurunan ini memicu kekhawatiran, data on-chain justru menunjukkan tanda-tanda penguatan fundamental: pasokan Bitcoin di bursa terus menurun, sementara arus akumulasi dari institusi meningkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar sedang dalam fase konsolidasi alami sebelum menuju momentum kenaikan baru pada 2026.

Institusi besar kini menjadi motor utama pasar. Marathon Digital dan Hut 8 Mining mencatat lonjakan laba kuartal ketiga berkat kenaikan harga Bitcoin dan ekspansi ke sektor komputasi berkinerja tinggi (HPC). MicroStrategy dan Metaplanet melanjutkan akumulasi agresif terhadap BTC sebagai aset cadangan korporasi. Di sisi lain, Ripple memperluas jangkauan ekosistemnya dengan menggandeng Mastercard dan Gemini untuk meluncurkan stablecoin RLUSD di jaringan XRP Ledger. Aksi ini menegaskan bahwa sektor pembayaran global mulai mengadopsi aset digital sebagai bagian dari infrastruktur keuangan baru.

Sumber : Trading View
Gambar : DXY

Sementara itu, kebijakan makroekonomi Amerika Serikat memberikan dorongan tambahan bagi aset berisiko. Federal Reserve kembali menyuntikkan $125 miliar likuiditas ke sistem perbankan AS, langkah yang disebut Arthur Hayes sebagai bentuk “QE siluman”. Pelonggaran likuiditas ini berpotensi meningkatkan minat terhadap aset keras seperti emas dan kripto, terutama di tengah defisit fiskal AS yang membengkak. Dengan meningkatnya aliran dana dan kebijakan moneter yang lebih akomodatif, sektor kripto dapat memasuki fase pemulihan bertahap pada kuartal pertama 2026.

Selain dari sisi makro, adopsi teknologi blockchain terus meluas ke sektor keuangan tradisional. Franklin Templeton meluncurkan dana pasar uang tokenisasi di Hong Kong, sementara Ondo Finance memperluas perdagangan saham dan ETF yang ditokenisasi di Eropa. Orderly Network bahkan meluncurkan program buyback token $ORDER, yang memperlihatkan kedewasaan tata kelola DeFi modern. Perkembangan ini mempertegas tren integrasi antara keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), menjadikan blockchain bukan lagi aset spekulatif, melainkan fondasi baru bagi sistem ekonomi global.

Sumber : Trading view

Gambar : Yield Ten Years

Melihat keseluruhan lanskap, pasar kripto saat ini sedang membangun pondasi kuat menuju fase ekspansi berikutnya. Likuiditas global yang mulai pulih, dukungan kebijakan moneter yang lebih longgar, serta partisipasi institusi keuangan besar menandakan bahwa industri ini semakin matang. Investor yang berfokus pada aset fundamental seperti Bitcoin, Ethereum, Chainlink, Solana, dan XRP masih memiliki peluang besar untuk meraih pertumbuhan signifikan di 2026. Siklus konsolidasi ini bukanlah akhir, melainkan jembatan menuju fase baru pertumbuhan digital finance global.